Oke, ini kan bulan Juli. Lagi musim-musimnya masuk sekolah yang SD ke SMP dan SMP ke SMA. Gue ingat sebuah cerita yang mungkin nggak akan gue lupakan juga.
Itu tahun 2019, sebelum pandemi seperti sekarang. Waktu itu gue berpartisipasi dalam kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Gue nggak akan sebut siapa namanya.
MPLS disekolah SMA gue biasanya dilaksanakan sekitar empat hari, dari Senin sampai Kamis. Tapi gue lupa kejadian ini hari ke berapa.
Hari itu gue pertama ketemu waktu dia di toilet perempuan, sebelah ruang OSIS. Itu gue dan temen gue nggak sengaja lewat gitu kan. Terus ada suara teriak-teriak minta di panggilkan orang tuannya yang kebetulan memang guru disekolah. Dan semua baik-baik saja tetapi ada masalah sedikit yang sudah terselesaikan.
Hari selanjutnya, waktu itu gue duduk didepan laboratorium Kimia yang tepat ada didepannya lapangan upacara. Gue melihat anak-anak kelas 10 yang baru sedang berbaris. Kemudian ada seorang anak perempuan yang pernah gue temui ditoilet sebelah ruang OSIS berbalik dan meninggalkan barisan, duduk disebelah gue.
Awalnya gue cuma tanya, “kenapa dek, sakit apa?” Dari situ dia cerita tentang sakitnya yang dia alami sejak beberapa tahun lalu. Disitu gue fokus dengerin dia cerita, akhirnya baris nya sudah selesai dan dari situ percakapan berakhir.
Tahun kemarin bulan Mei 2020, gue menerima pesan dari temen gue dalam suatu group yang berisi tentang kepulangan seorang anak kelas 10. Gue turut berduka dan mengirim pesan “innalilahi wainna ilaihi rajiun.”
Gue mikir yang mana ya anak ini. Kok nggak pernah ketemu sebelumnya, sempet cari di ig juga tapi gue juga belum sadar dia siapa. Beberapa hari setelah nya temen gue bilang sesuatu tentang anak seorang guru sekolah kami yang berpulang. Disitulah gue baru sadar bahwa dia adalah anak perempuan yang setahun lalu duduk sebelah gue dan bercerita. Semoga kamu tenang disana, terimakasih sudah berbagi cerita.
THANKS FOR READING!